Televisi Digital

Saat ini Indonesia sedang disibukkan dengan peralihan dari TV analog ke TV digital. Jadi sebetulnya apa itu TV Digital ?

Baca juga : Ingin menjadi digital marketer handal ? Ini dia pelatihan belajar digital marketing online terbaik saat ini !

Televisi digital (DTV) adalah jenis televisi yang menggunakan sistem modulasi dan kompresi digital untuk mengirim sinyal gambar, audio, dan data ke televisi. Televisi digital adalah alat yang digunakan untuk merekam siaran televisi digital, sebuah evolusi dari sistem siaran analog yang mengubah informasi menjadi sinyal digital dalam bentuk bit data, seperti komputer.

Bagaimana Frekuensi TV Digital Bekerja ?

Secara teknis, spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk televisi analog dapat digunakan untuk transmisi televisi digital. Rasio bandwidth antara teknologi analog dan digital adalah 1:6. Oleh karena itu, jika teknologi analog membutuhkan bandwidth 8 MHz untuk saluran transmisi, teknologi digital dapat menggunakan hingga 6-8 saluran dengan bandwidth yang sama (menggunakan metode multiplexing). Transmisi simultan dari program yang berbeda.

Televisi digital didukung oleh teknologi receiver yang dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Cakupan televisi digital dapat diperluas dengan memungkinkan beberapa pemancar yang membentuk jaringan frekuensi yang sama untuk menangkap sinyal digital. Televisi digital termasuk peralatan audio dan video digital yang digunakan dalam camcorder.

Perpindahan Analog TV ke Digital TV

Transisi dari televisi analog ke televisi digital membutuhkan penggantian peralatan penyiaran dan penerima televisi. Sebuah televisi digital diperlukan untuk menerima siaran digital.

Namun, jika Anda ingin terus menggunakan penerima televisi analog, siaran digital dapat direkam dengan perangkat tambahan, yang disebut rangkaian konverter (set top box). Sinyal siaran digital diubah menjadi sinyal analog oleh rangkaian konverter sehingga pengguna penerima televisi analog dapat terus menikmati siaran televisi digital. Dengan cara ini, kita perlahan-lahan akan beralih ke teknologi penyiaran TV digital tanpa gangguan dari penawaran siaran yang digunakan selama ini.

Proses transisi yang lambat dapat meminimalkan risiko kerugian, terutama bagi lembaga penyiaran dan masyarakat umum. Risiko tersebut meliputi informasi tentang program siaran dan peralatan tambahan yang harus dipasang. Sebelum orang dapat mengalihkan televisi analog ke televisi digital, orang menerima program analog dari stasiun televisi yang menyiarkan program televisi digital.

Bagi operator televisi, risiko kerugian timbul dari biaya pembangunan infrastruktur televisi digital terestrial yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan pembangunan infrastruktur televisi analog. Lembaga penyiaran televisi dapat menggunakan infrastruktur siaran yang telah dibangun secara up to date, seperti studio, gedung, staf, dll.

Ketika penyiar dapat menerapkan pola kerja dengan penyiar digital masa depan. Menerapkan pola kerja untuk calon operator digital pada akhirnya akan mencegah operator televisi dari paparan risiko yang tidak semestinya. Di masa depan, lembaga penyiaran televisi digital dapat dibagi menjadi dua posisi, yaitu penyedia jaringan dan penyedia konten.

Televisi dengan hanya tuner analog tidak dapat memecahkan kode transmisi digital. Ketika transmisi analog melalui udara berhenti, pengguna perangkat dengan tuner hanya analog dapat menggunakan sumber program (misalnya kabel, perekam) atau membeli konverter dekoder untuk mendengarkan sinyal digital. Di Amerika Serikat, kupon yang disponsori pemerintah tersedia untuk mengimbangi biaya kotak konverter eksternal. Peralihan off-analog (kekuatan stasiun penuh) berlangsung pada 12 Juni 2009 di AS, 24 Juli 2011 di Jepang, 31 Agustus 2011 di Kanada, 13 Februari 2012 di negara-negara Arab dan direncanakan pada 24 Oktober 2012 di Inggris dan Irlandia. , 2013 di Australia, 2015 di Filipina dan Uruguay, 2017 di Kosta Rika dan pada 2 Januari 2019 di Singapura.